Sunday, February 21, 2010

Rahasia Sex Kaisar China


Sama seperti para raja di berbagai belahan dunia lain, para kaisar China juga suka berburu. Ada saatnya para raja keluar diiringi pembantu setianya dan para pengawal. Kelinci dan utamanya kijang acap jadi sasaran bidikan panah sang raja.

Selain dagingnya enak, binatang-binatang ini sangat lincah dan larinya tak kalah hebat dibandingkan kuda-kuda tunggangan kaisar dan pengikutnya. Jadi, kaisar bisa sekaligus olah fisik berkuda Saat keringat membasahi jubah emas sang raja yang berkilau diterpa mentari itulah gairah memburu makin menggebu. Apalagi sang raja tak hanya termotivasi oleh sulitnya mendapatkan binatang-binatang yang lincah itu.

"Ada obat yang sedang dicari para kaisar itu!" tutur Dr. Rahmat, ahli pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine atau TCM) dalam sebuah perbincangan di Klinik Shanghai, tempatnya berpraktik.

Tiap kali seekor kijang atau rusa muda tertembus panah sang raja, tanduknya langsung dipotong. "Nah, darah yang mengalir dari tanduk, ya paling beberapa tetes, dimasukkan dalam cangkir yang sudah diberi arak, langsung diminum," tuturnya. Dan, itulah obat manjur bagi kejantanan sang raja.

Puluhan ribu
lni sekilas kisah yang acap tertuang dalam kisah-kisah literatur Cina kuno. Tegukan setetes atau dua tetes darah dari tanduk rusa adalah sebagian kecil ramuan yang digunakan para kaisar Cina untuk meningkatkan stamina dan kejantanan. "Ada ribuan ramuan yang digunakan," ujarnya.

Ribuan ramuan itu merupakan gabungan dan variasi beberapa bahan herbal atau simplisia yang disebut para tabib sebagai pendongkrak libido dan stamina.

Menurut Dr. Rahmat, inti dari ramuan itu pada dasarnya untuk meningkatkan atau memperkuat energi (ginseng, astragalus, akar dang seng), menguatkan darah (dang qui, chuan xiong) dan ginjal (tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu, dan cistanche salsa yang di Cina disebut roucongrong).

Ramuan herbal menjadi satu-satunya sarana karena latihan fisik seperti taichi dan kungfu tidak selalu dilakukan para kaisar, meski ada juga yang melatih fisiknya ini demi memperkuat stamina di ranjang. "Taichi bermanfaat untuk memperkuat pinggang," kata Sinse David Sungahandra.

Resep-resep pendongkrak ini pasti berbeda antara tabib dari kaisar satu dengan tabib kaisar sebelum atau sesudahnya. "Resep-resep ini penting bagi para kaisar karena mereka setiap hari sibuk dengan urusan kenegaraan," ungkap Dr. Rahmat.

Apalagi yang mesti didatangi kaisar adalah selir-selir yang jumlahnya puluhan. Jadi, dengan jadwal ketat, kaisar harus mengikuti berbagai protokoler. Mulai dari minum resep sampai menentukan hari dan siapa selir yang harus didatangi.

Sejak siang, para selir yang sudah tahu bakal dikunjungi kaisar mesti menyiapkan diri. "Pijat, mandi, dan dandan yang cantik adalah bagian dari protokol yang harus dijalani para selir itu," ujar Dr. Rahmat.

Bagi kaisar, prosedur tak sebegitu rumit. Sang raja cukup mandi dan diberi ramuan obat sore harinya, sebelum membuat para selir ini "terjungkir balik" di malam harinya. Sumber: Kompas.com(GHS/Abdi Susanto)
Selengkapnya...

Thursday, February 18, 2010

Rahasia G-Spot Wanita


Kontroversi mengenai eksistensi G-spot ternyata terus bergulir. Para ahli dari Perancis membantah apa yang diklaim ilmuwan Inggris belum lama ini, yang menyatakan bahwa titik paling erotis pada organ perempuan tak pernah ada.

Hanya selang beberapa pekan setelah periset dari King's College London mengdeklarasikan bahwa G-spot itu mitos belaka, sekelompok ahli ginekologi (kesehatan reproduksi wanita) dari Perancis melancarkan serangan balik terhadap apa yang mereka sebut sebagai pendekatan "totaliter" pada seksualitas perempuan.

Seperti dilaporkan surat kabar The Times, Sylvain Mimoun, ginekolog terkemuka Perancis, menegaskan bahwa G-spot itu nyata adanya bagi sebagian besar wanita, yakni mencapai sekitar 60 persen.

"Riset para ahli Inggris itu keliru dalam mengarahkan perhatiannya," ujar Mimoun saat berbicara dalam konferensi "G-Day" di Paris.

Pernyataan itu diamini oleh Pierre Foldes, salah seorang ahli bedah terkemuka Perancis. "Riset yang dilakukan peneliti di The King's College menunjukkan kurangnya respek terhadap apa yang diungkapkan para wanita. Kesimpulannya benar-benar keliru karena mereka berpatokan pada observasi genetika. Sudah jelas bahwa dalam seksualitas perempuan itu ada keragaman. Itu tidak dapat dipersempit menjadi 'ya' atau 'tidak' atau menjadi on atau off," ujar Foldes.

Ilmuwan dari King College Inggris melalui studi yang dimuat Journal of Sexual Medicine mengklaim G-spot tidak dapat dipastikan. Dalam studi itu, sebanyak 1.804 wanita berusia 23 dan 83 tahun dilibatkan untuk mengisi kuisioner. Semua wanita tersebut adalah pasangan kembar identik dan non-identik.

Jika G-spot memang nyata adanya, diharapkan para kembar identik—yang memiliki gen sama—akan melaporkan adanya titik sensual ini. Namun, pada satu kasus sepasang kembar melaporkan G-spot, para peneliti tidak menemukan pola yang muncul kalau yang lain juga memilikinya. Faktanya, kembar identik cenderung tidak selalu sama-sama punya G-spot ketimbang para kembar non-identik.

Odile Buisson, seorang ginekolog Perancis, meyakini, G-spot adalah suatu realitas bagi setidaknya 56 persen perempuan dan efeknya dapat diteliti melalui alat pemindai.

Ia menilai, riset tentang G-spot ini menunjukkan adanya perbedaan budaya dalam perilaku terhadap seks. "Saya tidak bermaksud memberikan stigma, tetapi saya kira karakter Protestant, liberal, Anglo-Saxon membuat Anda menjadi sangat pragmatis. Semuanya harus ada penyebab, suatu gen untuk apa pun. Saya kira ini totalitarian," tandasnya.
Selengkapnya...

Tuesday, February 9, 2010

Alat Tes Sperma Instan tanpa harus ke Dokter


Bagaimana Kualitas Sperma anda, itulah pertanyaan yang sering menghantui Pria ketika akan menikah, apakah mampu mempunyai anak.

Keengganan untuk melakukan tes dilab atau Klinik disebabkan sifat sperma itu sendiri yang harus masih hot atau fresh baru keluar dan tentulah hal ini baru bisa dilakukan ketika ejakulasi atau melakukan ML dulu.

Loes Segerink dan timnya di Institut MESA+ untuk nanoteknologi, Universitas Twente, Enschede, Belanda, mengembangkan suatu alat mini berukuran 10 cm yang dapat melakukan pengujian sperma dalam hitungan detik. Alat itu ibaratnya "lab dalam sebuah chip".

Harus diakui, alat tersebut memang berguna. Akan tetapi, muncul pertanyaan soal etika penggunaan alat itu jika tanpa mendapatkan masukan dari profesional. Pasalnya, metode penghitungan manual yang diandalkan saat ini selalu disertai konsultasi pakar atau dokter. Dikhawatirkan, tanpa konsultasi, alat tersebut malah bisa merugikan.

Umumnya, pria agak malu untuk mengecek kualitas spermanya selain prosedurnya, analisisnya pun memakan waktu lama di laboratorium. Analisis sperma hasil ejakulasi harus dimulai pada jam yang sama. Artinya, kecuali sang pasien itu bertetangga dengan klinik kesuburan, ia tak bisa menyiapkan sampel sperma dari rumah dan harus langsung "memproduksi" di lab itu juga. Setelah sampel diserahkan kepada lab, butuh waktu cukup lama untuk melakukan metode penghitungan manual.

"Dengan sistem kami, kami bisa memecahkan masalah tersebut," kata Segerink.
Menurut dia, chip temuannya cuma perlu 12 detik untuk mengeluarkan hasil dan derajat kemungkinan kesalahannya sama dengan metode penghitungan manual. Alat itu bisa saja dipakai di pusat kesuburan rumah sakit, tetapi juga bisa diadaptasi sehingga ada variasi yang murah dan praktis sehingga bisa dipakai di rumah.

Di lain pihak, Michael Dunn, peneliti etika kesehatan Universitas Oxford, menyatakan kekhawatiran. "Ada risiko bagi sang pasien jika mereka tak diberikan informasi yang relevan tentang dampak hasil positif kemandulannya," ujarnya.

Artinya, kalau saja hasilnya ternyata pasien itu mandul, ia harus diberikan informasi yang tepat sehingga tak salah persepsi.

Alat-alat penguji kesehatan seperti itu kini makin dibutuhkan. Contoh lainnya adalah Hywel Morgan dan para mitranya dari Universitas Southhampton yang mengembangkan alat yang lebih praktis untuk menguji infeksi virus dan anemia hanya dari setitik darah.

"Alat seperti ini memungkinkan pendistribusian layanan kesehatan ke masyarakat luas," kata Morgan, "Namun, kalau Anda sedang mendiagnosis penyakit, hasil (uji dari alat) harus ditangani dengan tepat."

"Kalaupun teknologinya sudah siap dipasarkan, kesiapan masyarakat masih menjadi masalah," tandas Morgan

Selengkapnya...

Monday, February 8, 2010

Apakah Anda Sexolic, ketahui Tanda - tandanya


Kecanduan seks bisa mencangkup beberapa aktivitas seks yang di luar kewajaran. Itu bisa berupa hasrat yang terlalu besar untuk bercinta, masturbasi dan menonton film porno. Seseorang bisa dianggap kecanduan seks kalau kelakuannya di luar kontrol dan mulai menimbulkan efek negatif dalam hidupnya.

Perasaan dan kelakuan semacam ini bisa menimbulkan rasa malu, keputus-asaan dan kebingungan. Perasaan ini juga sering diikuti dengan penyangkalan.

Kecanduan seks benar-benar membuang banyak tenaga. Anda akan tahu kalau Anda sedang berada dalam masalah itu ketika kelakuan Anda sudah mulai menyebabkan rusaknya hubungan Anda, timbulnya masalah dalam kerja, masalah hukum dan kehilangan minat pada hal lain di luar seks. Jika Anda mencurigai kalau ada masalah, coba baca beberapa tanda yang dijelaskan oleh Jasmine Leigh dari AskMen yang bisa menjelaskan kalau Anda termasuk sedang kecanduan seks atau bukan.

Punya kehidupan ganda
Apakah Anda punya banyak selingkuhan? Apakah Anda terbiasa mengkhianati pasangan Anda? Apakah Anda merahasiakan kehidupan seks Anda kepada orang terdekat Anda? Menjalani kehidupan ganda untuk mendapatkan keuntungan secara seksual, adalah salah satu tanda menderita kecanduan seks. Memang benar banyak orang (pria dan wanita) yang selingkuh, tetapi perasaan keharusan melakukan itu adalah suatu kelainan. Merahasiakan kehidupan seks Anda juga bisa berarti suatu masalah. Kenapa Anda tidak mau menceritakan kehidupan seks Anda? Ketika Anda tahu apa yang Anda lakukan itu salah tetapi Anda tidak berusaha mencari bantuan, mungkin itu tanda Anda sedang punya masalah.

Terlalu sering mencari materi seks
Terlalu asyik dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks akan membuat hidup menjadi begitu sempit. Ketika Anda terus-menerus hanya mencari media yang berhubungan dengan seks, ini mungkin tanda kalau Anda kecanduan seks. Tetapi tidak berarti pria yang menikmati ketika sesekali melihat film porno, melihat foto atau membaca artikel seks termasuk kecanduan seks. Ini lebih mengarah pada pria yang selalu mencari materi yang berhubungan dengan seks dan mengabaikan hal lainnya. Ini juga termasuk ketergantungan dengan situs-situs kencan dewasa.

Mencari pengalaman seks lain secara eksplisit
Jika Anda tidak bisa mendapatkan kepuasan ketika melakukan seks dengan orang yang sama, Anda mungkin ingin mencari pelampiasan yang lebih menggairahkan. Hal ini bisa mengarahkan Anda pada jalur yang berbahaya, di mana Anda akan terus membutuhkan rangsangan yang berbeda untuk bisa mendapatkan kepuasan dan kelegaan. Jika Anda tidak pernah puas dengan sesi bercinta yang standar dengan pasangan Anda, kehidupan seksual Anda akan terus menderita. Sering mencari variasi seks yang lain, bisa menjadi indikasi dari adanya masalah seksual yang di luar kendali.

Bermasalah dengan hukum
Anda mungkin terlibat dengan aktivitas yang ilegal seperti bercinta dengan PSK atau anak di bawah umur, termasuk juga menjadi seorang eksibisionis. Beberapa aktivitas lainnya seperti mengintip, menelpon dengan kata-kata yang sopan meski tidak melukai secara fisik tetapi tetap bisa mengganggu orang lain. Jika kehidupan seks Anda membawa Anda pada masalah, ini merupakan salah satu tanda kalau Anda sedang dalam kecanduan seks. Seks seharusnya tidak membawa Anda pada masalah, terutama masalah hukum. Hal seperti ini tidak hanya merusak hubungan dengan pasangan Anda, tetapi akan membuat Anda malu karena nama Anda menyebar begitu luas di media-media lokal.

Punya perasaan negatif pada kelakuan Anda
Jika Anda punya perasaan negatif yang cukup kuat terhadap kelakuan Anda sendiri, berarti sudah waktunya untuk mencari bantuan. Semua orang punya prinsip sendiri dalam hidupnya, tetapi terkadang kita kehilangan itu dan jatuh dalam jurang keputus-asaan. Merasa ingin bunuh diri, bersalah, sangat menyesal atau malu dapat menghancurkan pendirian Anda dan bisa memicu ke arah penyangkalan. Kecanduan seks sama dengan kecanduan lainnya. Selalu bercirikan kehidupan seseorang yang tidak terkontrol sebagai efek dari kecanduan. Ketika kita melakukan sesuatu karena kita terpaksa melakukannya, kita telah menciptakan pola kelakuan buruk yang bisa menghancurkan kehidupan kita.

Kecanduan seks
Kecanduan seks terdengar sebagai sesuatu hal yang lucu, tetapi nyatanya bukan seperti itu. Kecanduan seks adalah suatu siklus perbuatan merugikan yang tidak akan berhenti tanpa adanya bantuan. Kecanduan seks bisa disembuhkan dengan kesadaran diri, mencintai diri sendiri dan terapi yang baik.

Selengkapnya...

Tuesday, February 2, 2010

Rahasia Sex Malam Pertama


Kebanyakan wanita merasa kesakitan saat pertama kali bersenggama. Namun seks pada malam pertama tidak selamanya menyakitkan jika teknik yang dilakukan kedua belah pihak tepat. Agar tidak sakit, wanita butuh kesiapan psikologi dan rangsangan yang jitu.

Ketika melakukan seks untuk pertama kalinya, ada wanita yang merasa sakit pada bagian vaginanya ada juga yang tidak. Perbedaan itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang hymen (selaput dara) wanita tersebut saat bersenggama.

Hymen atau selaput dara adalah selaput membran yang melindungi bagian depan vagina. Selaput dara tidak hanya bisa robek karena melakukan hubungan seksual, tapi juga karena berkuda atau kecelakaan yang melukai daerah tersebut.

Nyeri di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi tidak keluar. Cairan lubrikasi pada wanita hanya akan keluar jika ia merasa terangsang, tapi jika ia sedang stres atau tegang, cairan itu tidak akan keluar.

Pakar andrologi dan seksolog, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS mengatakan bahwa rasa sakit seharusnya tidak muncul saat melakukan seks jika wanita sudah siap dan terangsang.

"Intinya kan hanya masalah siap atau tidak siap dan terangsang atau tidak terangsang saja. Kalau wanita sudah siap dan terangsang, pasti tidak akan sakit," ujar Prof Wimpie ketika dihubungi detikhealth, Selasa (2/2/2010).

Sakit saat berhubungan seksual juga bisa dicegah jika pria tidak tergesa-gesa melakukan penetrasi. "Sebaiknya atur posisi dengan baik, lebih baik lagi jika wanita yang mengarahkan. Jika pria terlalu bergairah melakukan penetrasi sedangkan wanita belum siap, maka bisa terjadi pendarahan karena robeknya selaput dara," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat.

Namun yang harus diketahui, robeknya selaput dara tidak harus mengeluarkan darah. "Selaput dara yang robek tidak selamanya ditandai dengan pendarahan. Kalau selama penetrasi wanita merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan," tutur Prof Wimpie.

Menurut Wimpie, ketika seorang wanita terangsang, aliran darahnya akan mengalir dengan cepat dan lancar. Hal ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar, termasuk pembuluh darah pada bagian vagina. Pelebaran inilah yang menentukan tegang atau tidaknya selaput dara.

Selaput dara yang tidak tegang akan dengan mudah dimasuki penis tanpa mengeluarkan darah. Jadi jika seorang wanita tidak mengeluarkan darah saat malam pertama, suami jangan langsung memvonis dan menduga bahwa istrinya sudah tidak perawan.

"Justru yang bagus seperti itu, nggak sakit atau berdarah. Wanita bisa saja tidak berdarah saat terjadi penetrasi dan selaput daranya robek," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut. Jika tidak berdarah, artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik.

Untuk menghindari rasa sakit saat berhubungan seksual, Prof Wimpie menyarankan agar kedua belah pihak saling mengerti. Pria jangan tergesa-gesa dan wanita sebaiknya mempersiapkan diri. Jangan lupa lakukan foreplay (pemanasan) mulai dari yang paling ringan seperti memeluk, mencium, meraba, memijat dan sebagainya.

Selengkapnya...

Monday, February 1, 2010

Seputar masalah Ereksi


Pria sering kali menerima informasi yang salah tentang disfungsi ereksi atau DE dan secara sembunyi-sembunyi mencari penyebab dan upaya penyembuhannya. Memahami fakta soal DE adalah faktor penting guna menghilangkan hambatan untuk mencari kesembuhan.

Dalam sebuah survei bertajuk Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness (APSHOW), ada sejumlah mitos tentang DE yang masih dipercaya sebagian kaum adam. Padahal, mitos ini tidaklah benar. Berikut mitos-mitos tersebut.

1. Sulit ereksi adalah hilangnya ketertarikan seks atau mandul.
Faktanya, sebagian pria dengan kesulitan ereksi masih memiliki gairah dan keinginan untuk mendapat orgasme dan mengalami ejakulasi cairan semen. Kesulitan ereksi terkait dengan kemampuan membuat atau mempertahankan ereksi dan tidak berarti kehilangan keinginan dalam melakukan hubungan seksual.

2. Pria selalu ingin dan siap untuk melakukan hubungan seks. Faktanya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Dalam kehidupan nyata, kelelahan fisik atau berpikir keras mengenai pekerjaan dan keluarga bisa memengaruhi gairah pria dan kegiatan seksualnya. Berada dalam kerangka pikir yang tepat adalah penting dalam stimulasi respons seksual pada pria.

3. Disfungsi ereksi hanya memengaruhi pria. Fakta ini tidak sepenuhnya benar karena wanita juga terkait dengan masalah tersebut. Itu karena wanita juga dapat merasakan dampaknya. Kecenderungan untuk menghindari kontak seksual sering kali menyebabkan pasangan merasa tidak dicintai lagi, tidak diinginkan, dan tidak menarik lagi. Kegagalan dalam mengomunikasikan atau mengetahui permasalahan bisa mengakibatkan depresi dan kecemasan.

4. "Pria sejati" tak mungkin sulit ereksi.
Kenyataannya, pada suatu waktu, banyak pria kesulitan mengalami ereksi dan mempertahankannya. Hal ini seiring pertambahan usia, perilaku budaya, dan kebiasaan serta keyakinan. Sesekali mengalami poblem mencapai ereksi atau mempertahankannya bukanlah masalah. Namun jika persoalan berlanjut, maka hal itu akan memengaruhi kehidupan pribadi.

5. Mitos: mencari pertolongan untuk problem sulit ereksi meliputi tes yang memalukan dan tak nyaman. Padahal, hal itu tidak demikian. Masalah tersebut ada baiknya didiskusikan agar mendapat solusi yang terbaik. Beberapa pria menemui kesulitan untuk berdiskusi tentang persoalan yang dihadapi,
terutama permasalahan yang terkait kesehatan seksual. Kesulitan ereksi
berhubungan kuat dengan persoalan budaya atas potensi, sukses, dan
kejantanan, yang sering dilingkupi budaya diam.

6. DE adalah problem lumrah dalam proses penuaan. Nyatanya, disfungsi ereksi tidak harus dianggap sebagai hal yang normal untuk semua pria usia berapa pun. Sekalipun mungkin mereka yang lebih senior membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa terangsang dan mungkin membutuhkan stimulasi fisik, hal ini tidak berarti mereka mengalami disfungsi ereksi.

7. DE "berada di kepala". Kenyataannya, sebelum dikenal sebagai impoten, DE merupakan topik yang tabu dibicarakan dan merupakan kajian khusus di bidang psikologi. Sekalipun DE memiliki penyabab psikologis (misalnya cemas, stres, perasaan bersalah tentang seksual, kelelahan, masalah dalam hubungan, perasaan terhadap pasangan, dan depresi), kini diketahui bahwa sekitar 80 permasalahan memiliki sebab yang berhubungan dengan masalah fisik.

8. Kesulitan ereksi akan berlalu. Kenyataannya, persoalan DE adalah persoalan medis dengan solusi pengobatan. Sama halnya dengan terapi yang harus kita terima untuk mengobati kondisi seperti hipertensi, kita juga harus mengobati DE. Bila dibiarkan tidak diobati, DE dapat menimbulkan konsekuensi psikologis, termasuk perasaan malu, kehilangan, atau minder.

Selengkapnya...

Bangun Pagi, Tanda Mr.P masih OK


Kemampuan ereksi menjadi modal lelaki dalam mengarungi kehidupan seksualnya. Hasrat boleh memuncak, tapi percuma kalau tak mampu ereksi. Untuk mengecek apakah penis masih berfungsi dengan baik, perhatikan kondisi ereksi di pagi hari.

Ereksi yang normal ialah keadaan di mana penis membesar lalu mengeras. Keadaan ini terjadi sejak seorang anak laki-laki lahir sampai usia lanjut. Selain karena stimulasi dari luar, ereksi juga bisa terjadi dengan sendirinya, yakni ereksi malam (nocturnal erection) atau ereksi pagi (morning erection).

Menurut pakar seksologi, dr.Naek L.Tobing dalam bukunya Seks Tuntunan Bagi Pria, ereksi pagi terjadi sejak mulai bayi. Pada umumnya kondisi ini dialami saat mau bangun pagi dan akan buang air kecil. Sampai sekarang mekanisme ereksi pagi ini masih diteliti penyebabnya.

Sebagian pakar mengatakan ereksi pagi timbul karena tekanan air seni ke pembuluh darah balik (vena) sehingga darah sulit kembali ke badan. Sebagian lagi mengatakan pada waktu pagi terjadi peningkatan hormon testoteron yang menyebabkan ereksi. Pada waktu yang sama terkadang timbul mimpi seks sekaligus ereksi.

Dr.Naek mengatakan, pada orang muda ereksi pagi cukup sering terjadi. "Kualitas ereksinya bervariasi, mulai dari yang hanya membesar sampai bisa kaku," katanya. Respon tiap individu terhadap kondisi ini berbeda-beda. Ada yang langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil dan ereksi menghilang.

Namun, ada juga yang memanfaatkannya untuk memperoleh kenikmatan dengan melakukan masturbasi atau bercumbu dengan pasangannya, khususnya untuk pasangan yang sudah menikah.

Pada pria yang kemampuan ereksinya sudah kehilangan daya, ereksi pagi bisa normal atau sedikit jarang. Makin berat keadaan disfungsi ereksi, ereksi pagi akan makin berkurang bahkan hilang sama sekali. Sebaliknya kalau normal, berapa pun umur seorang lelaki, penisnya masih bisa ereksi waktu bangun tidur pagi.

Selengkapnya...